Diprediksi Tahun Ini Kemarau Lebih Kering, Petani di Kotim Diminta Ubah Strategi Tanam

Ilustrasi (FOTO: IST)

Kontenkalteng.com, Sampit – Proyeksi musim kemarau tahun ini yang diperkirakan berlangsung lebih lama dan kering mulai memunculkan kekhawatiran di sektor pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan produktivitas jika tidak diantisipasi sejak awal.

Baca juga: Musim Kemarau, Petani Diminta Buat Cadangan Air di Ladang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya langkah adaptasi bagi para petani, terutama dalam menentukan pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air selama musim kemarau.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

“Untuk sektor pertanian, kami mengimbau masyarakat agar menanam varietas yang tahan terhadap kekurangan air,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, karakteristik musim di wilayah Kotim yang kerap mengalami periode kering cukup panjang harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan tanam. Tanpa penyesuaian, risiko penurunan hasil panen akan semakin besar.

Menurutnya, perubahan pola tanam menjadi kunci agar sektor pertanian tetap mampu bertahan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau mulai berlangsung. Apalagi sebagian wilayah Kotim didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat kering.

“Kita sebentar lagi memasuki musim kemarau dan diprediksi lebih kering serta lebih panjang dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat harus lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan secara sembarangan, karena lahan gambut sangat mudah terbakar,” tegasnya.

Penulis : Deviana

Editor  : Surya